Selasa, 22 Desember 2009

Siapa Kita, terserah kita ...

Tuhan mengatur hidup manusia bukan orang perorang ... melainkan menurut sistem, baik dan jahat.

Jadi kenali dulu bagaimana sistemm hidup baik yang Tuhan berikan dan sebaliknya bagaimana sistem hidup jahat ... Seteletah itu silahkan pilih maunya apa ...

Ketika kita berada dalam sistem hidup jahat yang kita pilih jangan berharap ada kebaikan hakiki di situ, yang kita temui hanyalah kebaikan semu. Dan sebaliknya, dalam sistem hidup baik yang Anda pilih, Anda akan diantar untuk bisa mengenali dengan jelas mana kebaikan hakiki dan mana yang semu, sehingga kita bisa lebih cermat melangkah ...

Serahkan sepenuhnya diri Anda dalam sistem itu, niscaya akan terantar ke arah yang dijanjikan. insya Allah.

Takut Terhadap Penilaian Orang Lain?

(1) Jangan takut apapun kecuali salah, jadi yakinkan diri Anda, bahwa yang anda lakukan adalah benar, setelah itu, kenapa takut?
(2) Jangan minder, orang lain tidak lebih baik dari Anda, yakinlah anda memiliki potensi yang tidak lebih buruk dari orang lain, kenali dan gali potensi yang anda miliki!
(3) Jangan menyalahkan orang lain ... ya, tidak ada gunanya menyalahkan orang lain ... hanya akan membikin kita menjadi gusar tak tentu arah ... dan selalu merasa benar sendiri ... tapi kayaknya lebih bermanfaat jika kita terus mencoba mengenali diri, kelemahan dan kelebihan yang kita milikii, karena sikap orang lain adalah cermin dari sikap kita terhadap orang lain ....

Lelah Beruat Kebaikan?

Ketika kita merasa lelah, secara fisik kita bisa beristirahat ... tapi ketika psikologis kita yang lelah, artinya ada kejenuhan yang menumpuk di bawah sadar kita. Kejeniuhan bisa diakibatkan oleh ketidakpuasan ... ketidakpuasan bisa berawal dari ketidakyakinan yang mulai muncul terhadap apa yang selama ini sudah kita tekuni, coba di cermati lagi... kenapa Anda mulai tidak yakin dengan "kebaikan" yang selama ini sudah Anda kerjakan?

Biasanya ketidakyakinan muncul ketika kita mulai mempersoalkan "hasil" yang kita peroleh dari kerja kita selama ini. Coba teliti lagi " proses" nya ... Kalau sesuatu sudah "hanya menjadi kegiatan rutin belaka" tanpa ada dorongan motivasi yang jelas, biasanya akan mulai kehilangan gregetnya, dan muncullah berbagai rasa lelah ...

"Menyelamatkan" Alam (?)

Tuhan mencipa alam ini dengan jaminan, bahwa seisi alam ini akan memberi kemakmuran yang cukup bagi setiap penghuninya. Dari mahluk yang pailng renik hingga mahluk yang paling "mulia" yang bernama manusia, mendapat jaminan yang sama ...

Tidak perlu merusak alam ini untuk memperoleh kemakmuran ...
Tidak perlu menggerayangi setiap jengkal bumi ini untuk dieksploitasi, sekedar untuk memperoleh kesejahteraan, bahkan untuk setiap mahluk yang ada di muka bumi ini ...

Apakah dikira Sang Pencipta tidak "berhitung" segalanya untuk menjamin kemakmuran dan kesejahteraan seisi alam ini ???

Kenapa kita katakan kurang?! Sehingga dengan alasan itu seolah kita mendapat izin untuk mengeksploitasi setiap jengkal bumi ini atas nama kemakmuran dan kesejahteraan ...

Sehingga alam yang kita "pinjam" dari anak cucu kita ini, kita rusak atas nama pembangunan dan kemakmuran ...
Dimana kesalahan logikanya???

Keserakahan !!!!!

Mengawal Emosi dengan Logika

Mengawal emosi dengan logika ...
Dikala emosi muncul mana bisa berlogika lagi? di situlah akar masalahnya ... ketika emosi kita tersulut, spontan kita lepas semua logika .. kita biarkan emosi yang meraja lela ...

Barangkali spontanitas kita perlu lebih dikendalikan lagi, berikan sedikit waktu pada logika ... Apapun yang kita hadapi, jangan cepat bereaksi ... beri beberapa detik ruang untuk berfikir...

Pada akhirnya kita putuskan ... apakah harus marah, atau biarkan saja ... Apakah harus bersedih meratapi swegala yang sudah terjadi atau relakan saja, dan kembali fokus pada yang akan dihadapi selanjutnya ...

Rabu, 14 Oktober 2009

Kiat Sukses No. 6

Kiri atau Kanan

Kita diberi kaki sepasang
Kiri dan kanan
Kita diberi tangan juga sepasang
Kiri dan kanan
Kita diberi mata sepasang
Kiri dan kanan
Kita diberi telinga sepasang
Kiri dan Kanan

Ketika kaki melangkah
Harus rela bergantian
Kiri dan kanan

Ketika bertepuk tangan
Harus kompak berbarengan
kiri dan kanan

Kanan dan kiri harus tahu diri
Ada tugasnya masing-masing
Tugas tangan kanan tidak pantas dikerjakan oleh tangan kiri
Begitu sebaliknya

Coba kalau mata kanan dan kiri tidak kompak
Atau telinga kanan tidak kompak dengan yang kiri
Yang mana harus ditanggapi?
Kanan atau kiri?

Kiat Sukses No. 5

Maju untuk Maju Mundur untuk Mundur

Ada yang maju untuk mundur
Ada juga yang mundur untuk maju
Maju ya maju ...
Mundur ya mundur ...

Maju atau mundur itu pilihan
Yang penting ...
Untuk apa maju ...
Untuk apa mundur ...

Untuk maju kadang harus mundur ...
Dan untuk mundur kadang harus maju ...
Tapi jangan maju mundur ...
gak nyampe-nyampe kang!

Senin, 12 Oktober 2009

Kiat Sukses No. 4

Belajar Mendengar dan Melihat

Alat pendengaran gunanya ya untuk mendengar
Alat pengliuhatan gunanya ya untuk melihat
Tapi tidak semua yang terdengar harus didengar
Tidak semua yang terlihat harus dilihat

Waspada, ada yang harus didengar tapi justru tak terdengar
Ada yang harus dilihat justru tak terlihat
Jadi kita semua harus mulai belajar mendengar
Kita semua harus mulai belajar melihat

Mendengar hanya yang harus didengar
Melihat hanya yang harus dilihat
Tidak mendengar yang tida harus didengar
Tidak melihat yang tidak harus dilihat

Kiat Sukses No. 3

Ruang dan Waktu adalah Pasangan

Ruang dan waktu adalah pasangan
Yang tak mungkin dipisahkan
Di dalam ruang adalah waktu
Di dalam waktu itulah ruang

Katanya ...
Jika salah ruang dan waktu
Jangan harap apapun di situ

Juga katanya...
pada waktu yang benar
Tapi ruang yang salah
Percumalah kita berkiprah

Pula katanya ...
Pada ruang yang benar
Tapi waktu yang salah
Tak ada yang bisa digelar


Tapi  katanya ...
Pada ruang yang benar waktu yang salah
Kita masih bisa berharap
Menunggu sang waktu datang menyerah


Ruang dan waktu adalah pasangan
selamanya ....




 

Kiat Sukses No. 2

Waktu adalah peluang

Waktu adalah peluang
Konon katanya tajam bagaikan pedang
Siapa yang mengabaikannya akan terlibas
Bagi yang bijak memanfaatkannya akan mendapat ruang

Ruang untuk berbagi
Ruang untuk berbakti
Ruang untuk mengabdi
Ruang untuk memanjakan diri

Orang bijak membagi waktunya dengan seksama
Katanya, ada hal yang penting lagi genting, segerakanlah!
Ada yang penting tapi tak genting, masih bisa ditunda
Ada yang tak penting tetapi genting, itupun haru segera!
Tapi tang tak penting juga tak genting, untuk apa dikejar juga?

Waktu adalah peluang ...

Kamis, 08 Oktober 2009

Kiat Sukses No. 1

Naluri

Ingin menjadi kaya adalah naluri
Boleh jadi hanya sebuah mimpi
Atau sekedar harapan yang tak bertepi
Yang menghiasi ilusi di setiap pagi

Kesuksesan adalah ujud dari keberanian
Merebut mimpi menjadi kenyataan
Menembus batas-batas harapan
Tidak berhenti di ujung penantian

Raih, rebut, dan miliki!
Untuk menghiasi hari-hari
Untuk diri ,keluarga, dan sanak famili !